Sistem Pakar Hama dan Penyakit Tanaman Cabai Rawit menggunakan Metode Dempster Shafer

Authors

  • Ernia Ernia Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Andi Tenri Sumpala Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Yuwanda Purnamasari Pasrun Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Mutmainnah Muchtar Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Keywords:

sistem pakar, cabai rawit, dempster shafer

Abstract

Cabai rawit (capsicum frutescens L) adalah salah satu jenis sayuran penting yang ada di Indonesia yang tergolong komoditi hortikulturan yang buahnya memiliki nilai gizi cukup tinggi termasuk vitamin A dan C . Ada beberapa hama pada tanaman cabai yaitu layu fusarium, layu bakteri, busuk batang, bercak daun, keriting daun, kuning daun, lalat buat, ulat buah, kutu kebul, ulat gerayak, dan busuk batang. Cara perawatan yang salah dapat menyebabkan tanaman cabai mudah terkena hama dan penyakit yang mengakibatkan hasil panen menurun bahkan gagal panen. Kurangnya pengetahuan petani tentang penyakit yang menyerang tanaman cabai juga menjadi salah satu penyebab tanaman cabai terserang penyakit dan didukung oleh kurangnya penyuluh. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah sistem yang dapat mengadopsi pengetahuan pakar  tanaman cabai sehingga dapat mengatasi kelangkaan penyuluh yaitu sistem pakar. Aplikasi ini dibuat  dengan menggunakan metode inferensi yaitu metode dempster shafer. Metode dempster shafer merupakan metode representase, kombinasi dan propogasi ketidakpastian, dimana teori ini memiliki beberapa katakteristik yang secara intuitif sesuai dengan cara berpikir seorang pakar dengan dasar matematika yang kuat. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan menghasilkan tingkat akurasi sebesar 84% dengan  jumlah 19 sampel data.

Published

2023-11-06

How to Cite

Ernia, E., Andi Tenri Sumpala, Pasrun, Y. P. ., & Muchtar, M. . (2023). Sistem Pakar Hama dan Penyakit Tanaman Cabai Rawit menggunakan Metode Dempster Shafer. Prosiding Seminar Nasional Pemanfaatan Sains Dan Teknologi Informasi, 1(1), 401-408. Retrieved from https://epublikasi.digitallinnovation.com/index.php/sempatin/article/view/61